Menu

Wemmi soal Berkurban di Tengah Pandemi: “Pastikan Hewan Sehat, Layak  dan Terapkan Protokol Kesehatan”

“Kami tetap melakukan antisipasi dan kewaspadaan dini terhadap kondisi di lapangan dengan mengedepankan protokol kesehatan dalam kegiatan kurban,”kata Wemmi Niamawati.

SURABAYA, HARIANBANGSA.net – Menjelang hari raya Idul Adha 1441 Hijriyah, Jumat (31/07) mendatang, Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur melakukan berbagai persiapan yang berbeda dengan tahun lalu karena pandemi Covid-19.

Kepala Dinas Peternakan Jatim, Drh. Wemmi Niamawati, MMA mengatakan, Disnak Jatim telah mengirim edaran kepada dinas yang membidangi fungsi peternakan dan kesehatan hewan di 38 kabupaten/kota dengan tembusan bupati atau wali kota se-Jatim, ketua MUI Jatim, dan kantor wilayah Kementerian Agama Jatim perihal pelaksanaan kegiatan kurban dalam situasi pandemi Covid-19.

“Kami tetap melakukan antisipasi dan kewaspadaan dini terhadap kondisi di lapangan dengan mengedepankan protokol kesehatan dalam kegiatan kurban,”kata Wemmi Niamawati, Kamis (23/07).

“Rapat koordinasi pemeriksaan antemortem dan portmortem hewan kurban juga kami lakukan pada 20 Juli kemarin. Yang dihadiri Dinkes Jatim, dinas yang membidangi fungsi peternakan dan Keswan Kota Surabaya, Gresik dan Sidoarjo,”tambah Wemmi.

Wemmi menyampaikan, dalam edaran tersebut terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan yakni melaporkan langkah-langkah yang telah dilakukan berkaitan dengan upaya pelaksanaan kurban dan jumlah, pemotongan kepada Disnak Jatim.  Kemudian, membentuk tim pengawas dan pemeriksa ternak kurban dan melakukan pemeriksaan hewan sebelum dan sesudah dipotong di rumah potong hewan maupun tempat pemotongan hewan kurban.

Dokter Hewan Disnak Jatim saat memeriksa kondisi hewan kurban.

“Tingkatkan pengawasan lalu lintas ternak dengan memastikan status kesehatan ternak didukung hasil pemeriksaan petugas Keswan, pemeriksaan laboratorium serta status vaksinasi ternak terhadap penyakit hewan menular,”kata dia.

Selain itu, juga melakukan kegiatan sosialisasi komunikasi, informasi edukasi kepada masyarakat untuk meningkatkan pemahaman tentang bahaya penyakit hewan menular yang zoonosis dan upaya pencegahannya.  Juga melakukan pengawasan kegiatan vaksinasi maupun pengobatan obat cacing dan ektoparasit terhadap ternak yang akan didistribusikan pada hari raya idul adha dan mempertimbangkan keamanan daging ternak konsumsi.

“Segera melaporkan melalui iSIKHNAS sebagai fasilitas pelaporan teknis kesehatan hewan apabila ada indikasi kejadian kasus penyakit hewan menular serta melaporkan penanganan yang telah dilakukan dan bekerjasama serta melibatkan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PHDI) di wilayah kerja dalam kegiatan ante mortem dam post mortem tenak kurban,”pungkas dia. (mid/adv)

 

Persyaratan Hewan Kurban Sesuai Syariat Islam:

1. Sehat : Dilengkapi sertifikat veteriner / surat keterangan kesehatan Hewan.

2. Tidak Cacat: Tidak buta, tidak pincang, tidang patah tanduk, tidak putus ekor / tidak mengalami kerusakan daun telinga

3. Tidak kurus

4.Berjenis kelamin jantan,  Tidak dikebiri, buah zakar lengkap 2 buah dengan bentuk dan letak yang simetris.

5. Cukup Umur: Sapi atau kerbau cukup umur diatas 2 tahun. Kambing atau Domba cukup umur di atas 1 tahun.

 

Sumber Berita : saptanawa.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*