Menu

Wali Kota Risma:  Terima Kasih BIN karena Telah Banyak Membantu

Risma juga menyampaikan terima kasih kepada BIN serta jajarannya yang telah memberikan bantuan alat PCR dari BIN yang saat ini diletakkan di Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan (BTKL) Surabaya sambil menunggu renovasi Laboratorium Daerah (Labkesda) Surabaya selesai.

SURABAYA,  HARIANBANGSA.net – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini melepas kepulangan mobil laboratorium PCR dari Badan Intelijen Negara (BIN) di Halaman Lapangan Hockey, Jalan Raya Dharmawangsa, Sabtu (20/6) siang. Setelah kurang lebih sekitar tiga minggu mereka membantu melakukan rapid test dan swab massal di Kota Pahlawan ini.

Sabtu kemarin, merupakan pelaksanaan tes terakhir sebelum hari Minggu (21/6), mobil laboratorium PCR dari BIN ini harus melanjutkan tugasnya berkeliling ke daerah lain di Indonesia. Wali Kota Risma menyampaikan rasa terima kasihnya kepada BIN karena telah banyak membantu Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam upaya memutus mata rantai penyebaran COVID-19. Selain itu, pihaknya juga berterima kasih kepada jajaran kepolisian dan TNI yang telah membantu selama proses pelaksanaan rapid test dan swab massal tersebut.

Menurut dia, dengan pola seperti ini pihaknya bisa menemukan siapa saja yang terindikasi terpapar COVID-19. Sebab, tidak semua carrier itu secara medis kondisi tubuhnya sakit. Namun justru mereka dalam kondisi sehat. 

Risma juga menyampaikan terima kasih kepada BIN serta jajarannya yang telah memberikan bantuan alat PCR dari BIN yang saat ini diletakkan di Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan (BTKL) Surabaya sambil menunggu renovasi Laboratorium Daerah (Labkesda) Surabaya selesai. “Mudah-mudahan lab kami bisa segera siap. Sehingga kalau itu terjadi kami bisa lakukan 3 shift. Selama ini karena di BPTKL stafnya terbatas, jadi hanya 2 shift,” terang Risma.

Ia menjelaskan, dari hasil pemeriksaan swab massal yang digelar BIN ini, sekitar 1.702 orang dinyatakan positif. Namun, tingkat kesembuhan di Surabaya juga cukup tinggi. Bahkan menurut catatan, tingkat kesembuhan di Surabaya menjadi tertinggi di Indonesia.

Sebenarnya Risma berharap mobil laboratorium PCR BIN dapat lebih lama lagi berada di Surabaya. “Sebetulnya saya mau nggandoli 10 hari lagi. Saya sudah membuat surat kepada Kepala BIN untuk bisa sampai tanggal 30 Juni. Tapi ternyata kita hanya dapat diperkenankan sampai hari ini,” ungkapnya.

Stafsus BIN Mayjen TNI Suyanto yang didampingi Brigjen TNI Syafei Kusno (Kabinda Jatim) menyampaikan, sejak 29 Mei hingga 20 Juni 2020 di Surabaya, mobil PCR BIN telah melakukan rapid test sebanyak 34.021 dengan hasil reaktif 4.607, dilanjutkan dengan pemeriksaan swab.

Dari jumlah tersebut, BIN juga mendapat titipan 30 swab dari pihak puskesmas. Sehingga total pemeriksaan swab ini mencapai 4.637. “Memang ada lebih sedikit, itu adalah 30 titipan dari Puskesmas. Kemudian positif yaitu hasilnya 1.702,” kata Mayjen TNI Suyanto.

Namun begitu, pihaknya berharap, apa yang dilakukan BIN dengan bekerja sama Pemkot Surabaya ini dapat memutus mata rantai penyebaran COVID-19, khususnya di Kota Pahlawan. “Semoga nanti hasilnya ini bisa di-tracing, bisa segera diobati kalau ada yang terpapar positif oleh pihak Pemkot Surabaya,” harapnya. (ian/ns)

Sumber Berita : saptanawa.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*