Menu

Vaksinasi di Wilayah Jawa Timur, Gubernur Minta Sisir Aglomerasi Tak Seimbang

Mantan Menteri Sosial ini mengatakan vaksinasi wilayah aglomerasi yang harus dilakukan penguatan adalah wilayah Bangkalan. Sementara untuk vaksinasi dosis dua adalah Sidoarjo, Gresik, Lamongan dan Kabupaten Mojokerto.

Sidoarjo, saptanawa.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah menyebut vaksinasi dosis kedua untuk Surabaya sudah mencapai 83 persen. Sementara itu untuk wilayah Sidoarjo dan Gresik masih sangat kurang.

“Vaksinasi dosis kedua untuk Sidoarjo dan Gresik ini harus disisir dan dimaksimalkan kembali. Semua elemen saya minta untuk wilayah aglomerasi disisir vaksinasinya,” ujar Khofifah saat meninjau vaksinasi yang digelar BPD HIPMI Jatim, Surabaya dan Sidoarjo di Bandara Juanda, Kamis (7/10/2021).

Mantan Menteri Sosial ini mengatakan vaksinasi wilayah aglomerasi yang harus dilakukan penguatan adalah wilayah Bangkalan. Sementara untuk vaksinasi dosis dua adalah Sidoarjo, Gresik, Lamongan dan Kabupaten Mojokerto.

“Untuk Kota Mojokerto dosis 1 sudah 125 persen dan dosis 2 sebanyak 93 persen,” katanya.

Khofifah menambahkan pada wilayah aglomerasi ini meliputi Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Lamongan, Kabupaten Mojokerto dan Kota Mojokerto. Menurutnya sesuai Inmendagri nomor 47 tahun 2021 ada vaksinasi lansia.

“Ini artinya setelah selesai vaksinasi kedua sudah 70 persen dilakukan percepatan vaksinasi lansia juga harus minimal 70 persen,” jelasnya.

Lebih lanjut Khofifah menyampaikan terima kasih terhadap  komitmen dan sinergitas dari HIPMI Jatim yang sudah melakukan sudah melakukan beberapa vaksin massal, Menurutnya vaksinasi yang digelar ini menjangkau masyarakat pinggiran Surabaya dan pinggiran Sidoarjo yang tidak tersisir. “Daerah-daerah pinggiran seperti ini memang membutuhkan sapaan yang lebih spesifik,” katanya.

Menurutnya dari peninjauan yang dilakukannya masih banyak yang baru pertama kali. Khofifah mengatakan proses menyisir  ini menjadi penting dan memastikan bahwa masyarakat bisa tervaksin lebih komprehensif.

“Artinya bisa dua kali dosis vaksin. Sekarang yang kita harus lakukan adalah percepatan vaksinasi terutama dosis kedua terutama di Sidoarjo. Termasuk nanti HIPMI masih ada kesempatan dosis kedua di Gresik. Kira-kira Sidoarjo ini kurang satu persen lagi masuk 70 persen dosis satu, Gresik kurang nol koma tidak sampai satu persen masuk 70 persen dosis satu,” paparnya. (dev/ns)

Sumber Berita : saptanawa.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*