Menu

Sah, Abdul  Qodir Jabat  Ketua DPRD Gresik 

Gresik – HARIAN BANGSA

H Mohammad Abdul Qodir sah menjadi Ketua DPRD Gresik pengganti antar waktu (PAW), setelah dilantik oleh Ketua PN Gresik, Fransiskus Arkadeus Ruwe, dalam Paripurna dengan Agenda Pengucapan Sumpah/janji Ketua DPRD Gresik, Masa Jabatan 2019-2020, di Ruang Paripurna, Kamis (24/9).

Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Mujid Riduan selaku pimpinan rapat, didampingi Wakil Ketua DPRD Ahmad Nurhamim meminta kepada Sekwan DPRD, Darmawan membacakan SK pemberhetian dan pergantian Ketua DPRD antar waktu.

Darmawan menyatakan, bahwa pelantikan pengganti antar waktu Ketua DPRD Gresik setelah turunnnya  SK Guberbur Jatim  Nomor 171.437/800/011.2/2020, tentang pemberhentian Fandi Akhmad Yani.

Kemudian, SK Gubernur Nomor 171.437/801/011.2/2020, tentang peresmian pengangkatan pengganti antar waktu Ketua DPRD Gresik dari Fandi Akhmad Yani kepada Mohammad Abdul Qodir.

Mujid, dalam kesempatan ini mewakili anggota DPRD mengucapkan terima kasih  kepada Fandi Akhmad Yani yang telah bertugas dengan baik selama menjabat Ketua DPRD Gresik periode 2019-2024. “Kami juga mengucapkan selamat kepada Mohammad Abdul Qodir yang dilantik menjadi Ketua DPRD. Dan, selamat menjalankan tugas baru sebagai Ketua DPRD,” katanya.

Sementara Ketua DPRD Gresik, Abdul Qodir mengungkapkan akan  melanjutkan program pimpinan lama. “Saat ini, masih ada agenda Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2020, dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2021,” ujar Ketua DPRD.

Selain itu, kata Ketua DPRD dalam kurun waktu kurang dari 4 bulan di tahun 2020, DPRD Gresik melalui tugas fungsinya akan membantu pemerintah dalam penangan melemahnya ekonomi dampak Covid-19.

Di mana, banyak masyarakat yang kehilangan pekerjaan, yang berdampak munculnya kemiskinan baru. “Makanya, DPRD saat ini memprioritaskan program padat karya,” terangnya.

Ditegaskan Ketua DPRD, bahwa program padat karya ini nantinya akan membantu masyarakat yang kehilangan pekerjaan. Ia kemudian mencontohkan, jika ada proyek jalan di daerah (desa) dimaksud maka untuk pekerjaan akan melibatkan warga sekitar sesuai dengan kemampuan (bidangnya). “Untuk itu, kami akan terus mengawal OPD terkait dalam menjalankan program dimaksud,” terang Ketua Fraksi PKB ini. 

Pada kesempatan ini Ketua DPRD juga mengungkapkan, bahwa pendapatan daerah (PD) merosot  dampak Covid-19. Hingga APBD Perubahan 2020, ada penurunan pendapatan cukup signifikan kisaran Rp 570 miliar.

Sektor PAD unggulan tambah Ketua DPRD, di luar dana perimbangan di antaranya, pajak penerangan jalan, bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB), dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sejauh ini menjadi penyumbang terbesar PAD. ” Makanya, kami akan intens lakukan focus group disscusion (FGD) untuk membahas itu dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, termasuk program lain,” pungkasnya.

Sementara Wakil Ketua DPRD Gresik, Ahmad Nurhamim menambahkan, dalam pembahasan KUA PPAS APBD Perubahan 2020, DPRD akan lakukan 2 hal. Yaitu, Penanggulangan Covid-19, dan pemulihan ekonomi. “Sudah banyak pasien Covid  yang sembuh. Sementara soal ekonomi yang dikeluhkan masyarakat banyak untuk aktivitas ekonomi belum jalan. Nanti akan jalan dengan protokol kesehata,” katanya. (hud/ros)

Sumber Berita : saptanawa.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*