Menu

Rakor Pengendalian Covid-19 di Jawa Timur, Seluruh Isoter Di-reaktivasi 

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Nurchahyanto, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, Kajati Jatim Mohamad Dofir, dan Pangkoarmada II Laksda TNI Iwan Isnurwanto, secara langsung memimpin rakor.

Surabaya, saptanawa.com  – Forkopimda Jatim menggelar Rapat Koordinasi Pengendalian Covid-19 dan Penanganan Kedatangan Pekerja Migran Indonesia ke Jawa Timur di Convention Hall Mall Grand City Surabaya, Senin (24/1/2022).

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Nurchahyanto, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, Kajati Jatim Mohamad Dofir, dan Pangkoarmada II Laksda TNI Iwan Isnurwanto, secara langsung memimpin rakor.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, rapat koordinasi ini sangat lengkap elemennya dari jajaran Kodam ada Danrem, Dandim. Dari jajaran Polda ada PJU-PJU sampai dengan Kapolres. Dari jajaran Kejati para Kajari rawuh. Dari jajaran Koarmada II para Danlanal juga rawuh, ada Danlanut, Kabinda. Tentu ada Bupati, Walikota dan OPD Jawa Timur.

“Ini untuk kembali mengkonsolidasikan seluruh energi positif yang  dimiliki Jawa Timur, ada kesiapsiagaan dan kewaspadaan yang harus kita lakukan tanpa menimbulkan kepanikan. Jadi varian baru covid-19, varian omicron ini, harus kita lakukan dengan antisipasi secara komprehensif tanpa menimbulkan kepanikan,” ujar Gubernur.

Khofifah juga menjelaskan, ada prediksi baik dari Menkomarves maupun dari Menkes, kemungkinan akan ada lonjakan mulai dari pertengahan Februari sampai 65 hari dari tanggal 16 Januari. Jadi kira-kira jatuhnya tanggal 22 Maret, sementara pada tanggal 2 April sudah masuk pada 1 Ramadhan.

“Kita melihat bahwa dari kegiatan masyarakat, ada kenaikan mobilitas masyarakat yang cukup tinggi, apakah di sektor perdagangan, pendidikan, wisata dan seterusnya. Oleh karena itu berseiringan antara pengendalian protokol kesehatan dan penegakan protokol kesehatan dengan proses kegiatan sosial ekonomi harus benar-benar berseiring,” ujar Gubernur.

Dan tentu yang harus kita konfirmasi kepada para Bupati walikota terutama, mulai pada tanggal 22 Jamnuari lalu, sudah ada kedatangan PMI (pekerja migran Indonesia). Nah apakah entri tesnya, apakah exit testnya itu harus dalam pengawasan yang sangat ketat. Ketika exit tesnya sudah negatif maka mohon kepada para Bupati, Walikota, berkenan menjemput warganya, yang akan kembali ke daerah masing-masing.

“Jadi itu teman-teman, rumah sakit insyaallah siaga, isoter-isoter kita minta semua di-reaktivasi, nakesnya disiapkan, relawannya juga di siapkan. Kalau ada yang terkonfirmasi PMI yang exit tesnya negatif, mohon Bupati, Walikota menjemput warganya. Jadi pelayanan kita maksimalkan, termasuk di dalamnya dari provinsi lain, pokoknya yang mendarat di Juanda kita akan memberikan equiltritment. Sekarangpun ada 3 yang dirawat di rumah sakit karena memang sakit, ada 2 yang dirawat karena covid,” terang Khofifah.

Kapolda menyatakan, Polda beserta jajaran terus melakukan koordinasi dan upaya diantaranya penguatan operasi yustisi kesehatan di tempat keramaian yang menjadi konsentrasi masyarakat oleh satgas yustisi “Pamor Keris”.  Dalam waktu dekat jajaran Polda dan Polres menghidupkan kembali dan mempersiapkan tempat isoter dengan optimalisasi PPKM mikro di setiap posko kelurahan/desa.

“Mari Babinkamtibmas dan Babinsa ayo kita hidupkan lagi tempat isoter dengan mengoptimalkan PPKM Mikro disetiap posko kelurahan/desa yang saat ini memiliki 8.496 posko dengan 7.856 Bhabinkamtibmas,” ungkapnya.

Sedangkan Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Nurchahyanto menjelaskan mengenai mekanisme penanganan kedatangan PMI sewaktu tiba di Bandara Juanda hingga menuju ke tempat karantina dan hotel.

“Kami kemarin menerima kedatangan 129 PMI, dan dua dinyatakan positif Covid-19. Setelah menjalani semua SOP selama di bandara baik pengecekan suhu, cek paspor dan visa, tes PCR baru yang hasilnya negatif menjalani karantina selama 7 hari. Saya minta kepada para Dandim agar PMI yang hasilnya negatif setelah karatina agar dijemput dan diantar ke wilayahnya masing-masing,” pungkas Pangdam.

Pangdam juga menegaskan, untuk penanganan Covid-19 sepakat untuk mereaktivasi semuanya. Kodam V Brawijaya mendukung penuh dan menyiapkan seluruh sumber daya yang ada di masing masing jajaran untuk mencegah.

Pangdam berharap, para kepala daerah membantu untuk menjemput masyarakat yang berada di ruang karantina yang ada di Asrama Haji setelah hasil Swab nya negatif.

“Saya mohon saudara kita dijemput agar tidak terlantar di Asrama Haji. Saya mohon dibantu dandim dan kapolres menjemput saudara kita untuk kembali ke daerah masing masing. Sinergitas menjadi kata kunci untuk melaksanakan seluruh upaya menghadapi Covid-19 varian Omicron,” terangnya. (dev/ns)

 

Sumber Berita : saptanawa.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*