Menu

Promosi kopi Banyuwangi lewat lomba fotografi

Banyuwangi (ANTARA) – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, bikin ajang lomba fotografi dunia kopi yang diikuti ratusan fotografer dari kalangan milenial dan para peserta berkompetisi memotret objek kopi di kabupaten ujung timur Pulau Jawa itu.

Banyuwangi merupakan daerah lima besar penghasil kopi di Jawa Timur. Bahkan, produksi kopinya juga telah diekspor ke berbagai negara. Lomba fotografi ini, menjadi salah satu upaya pemerintah daerah setempat untuk terus mempromosikan kopi.

“Melalui kegiatan ini, pemkab ingin menggairahkan dunia fotografi di tengah masa pandemi, dan sekaligus mempromosikan potensi kopi Banyuwangi,” ujar Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani usai penyerahan hadiah kepada pemenang lomba di perkebunan kopi Kalibendo, Banyuwangi, Sabtu.

Ia mengaku sangat mengapresiasi kegiatan yang menggabungkan kegiatan serta berkarya dengan lensa untuk mengangkat potensi kopi dari Banyuwangi. Katanya, data BPS menyebut Banyuwangi masuk lima daerah penghasil kopi terbesar di Jawa Timur. Dan kopi yang dihasilkan didominasi perkebunan rakyat.

“Kopi Banyuwangi telah merambah pasar Eropa. Dan yang membuat saya lebih bangga, UMKM kopi di sini berkembang. Kopi Banyuwangi ini juga menjadi tuan rumah di daerahnya. Kafe dan warung kopi yang ada di Banyuwangi hampir semua menyuguhkan kopi Banyuwangi karena cita rasanya yang memang khas,” ujarnya.

 

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani foto bersama dengan peserta lomba fotografi di perkebunan kopi Kalibendo, Banyuwangi. Sabtu (20/2/2022) (ANTARA/HO-Humas Pemkab Banyuwangi)


Dari kompetisi ini, berhasil terkumpul 300 karya dari 185 peserta. Mereka mengikuti kompetisi yang terbagi dalam tiga kategori. Kategori penyajian/proses, landscape, dan still life.

“Pandemi telah berdampak pada banyak sektor. Maka untuk kembali menggerakkan sektor-sektor yang terdampak maka perlu dilakukan cara-cara yang kreatif. Lewat kompetisi fotografi ini contohnya,” kata Ipuk.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi M Yanuar Bramuda menjelaskan bahwa lewat kompetisi ini pemkab ingin berbagi cerita seputar kopi Banyuwangi lewat karya artistik yang dihasilkan oleh kalangan muda.

“Hasil jepretan para peserta harus menceritakan sebuah pesan tentang kopi. Bisa mulai dari pohon kopinya, proses pengolahan hingga produk kopi itu sendiri. Dengan kompetisi ini kami berharap dapat memberikan informasi dan narasi kopi Banyuwangi melalui bahasa gambar,” katanya.

Ahmad Zulkarnain alias Bang Dzoel, salah satu juri lomba fotografi kopi Banyuwangi mengaku sangat mengapresiasi karya-karya peserta yang masuk.

“Ratusan karya yang masuk didominasi anak-anak muda. Saya berharap pemkab secara periodik menggelar kompetisi ini dengan tema-tema lain yang menarik,” ujarnya.

Dari kompetisi tersebut, Harfi Yulian Bimantara yang mengusung foto “Nggoreng Kopai” menjadi jawara untuk kategori penyajian/proses. Harfi memotret warga Desa Kemiren yang sedang menyangrai kopi secara tradisional.

Kategori landscape diraih Imam Asadi, dengan judul “Memetik Kopi” dan Fikri Bakti Sosial dengan karya Rasio Takaran Penyajian Kopi menjadi jawara di kategori Still Life. (*)



Sumber Berita : saptanawa.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*