Menu

Peringati HUT Ke-534 Tahun Kota Gresik, Bupati Gus Yani Mulai Tatanan Gresik Baru dari Desa

“Hari Jadi Kota Gresik i ni terasa spesial karena kami baru dilantik Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pada 26 Februari 2021.  Kami mohon dukungan untuk mensukseskan program Nawa Karsa untuk menuju tatanan Gresik Baru,”ujar Bupati Gus Yani.

Gresik, saptanawa.com – Bupati Gresik,  Fandi Akhmad Yani (Gus Yani) mengajak  seluruh kelompok organisasi dan komponen masyarakat, mulai  Kepala Desa (Kades), Lurah serta Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se-Kabupaten Gresik untuk mendukung program Nawa Karsa di Pemerintahan Gresik Baru. Hal ini disampaikan Bupati Gus Yani  saat memberikan sambutan pada upacara Hari Jadi Kota Gresik ke-534 tahun,  sekaligus memperingati Hari Ulang Tahun Pemkab Gresik yang ke-47 tahun,  di Halaman Kantor Bupat Gresik, Selasa (9/3/2021), pagi.

“Hari Jadi Kota Gresik i ni terasa spesial karena kami baru dilantik Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pada 26 Februari 2021.  Kami mohon dukungan untuk mensukseskan program Nawa Karsa untuk menuju tatanan Gresik Baru,”ujar Bupati Gus Yani.

Bupati mengatakan, saat ini pemerintahan Gresik Baru di bawah kepemimpinan Bupati Gus Yani dan Wabup Bu Min akan mulai gerakan mewujudkan Gresik Baru dari desa.

“Untuk itu kami ingin memperbaiki tatanan masyarakat desa. Kami mohon kepada seluruh Kepala Desa untuk selalu mengupdate jumlah masyarakat miskin di desanya masing-masing,”pinta  Bupati Gus Yani.

Gus Yani akan memberikan fasilitas yang sama bagi desa seperti yang ada di kota, baik itu fasilitas layanan internet, fasilitas kesempatan layanan pekerjaan, maupun fasilitas kesehatan melalui BPJS.

Bupati Gus Yani dan Wabup Bu Min saat potong tumpeng diserahkan Kades kembar.SYUHUD/HB.

“Kepada para Kades dan Camat, kami ajak anda semua untuk bekerja lebih keras, cepat dengan menciptakan berbagai strategi dan kreatifitas. Kami mohon anda semua untuk bisa memperikan penyederhanaan birokrasi sehingga masyarakat bisa lebih mudah mendapatkan layanan dan ayem tentrem,”pinta Bupati.

Menariknya, pada gelaran peringatan HUT Pemkab Gresik dan Hari Jadi Kota Gresik tahun ini,  Bupati Gus Yani dan Wabup Bu Min sengaja mengundang banyak seniman tradisional maupun seniman seni kreasi baru asli Gresik.  Bermacam tarian ditampilkan dari para pekerja seni tersebut, mulai dari gelaran berbagai kelompok Pencak Macan, tari jaranan yang sudah dikolaborasi dengan tarian khas Gresik, gelaran nada dan sholawat, serta aneka macam tarian kreasi baru yang dimainkan para kawula muda Gresik.

Semuanya diundang dan ditampilkan dalam rangkaian peringatan HUT Pemkab Gresik dan Hari Jadi Kota Gresik oleh Bupati Gus Yani sebagai uri-uri (menghidupkan) budaya dan melestarikan tradisi budaya di Kota Pudak. ”  Gresik kaya budaya. Kami menghimbau kepara para Camat dan Lurah, agar selalu ingat kepada para seniman Gresik apabila punya kegiatan. Disini kami sebagai pemimpin tak hanya memerintah, tapi kami ingin memberikan contoh agar sesuatu yang baik disini bisa diikuti oleh Camat dan Kepela Desa, ” ajak Bupati  Gus Yani.

Pada akhir gelaran, Bupati Gus Yani dan Wakil Bupati  Bu Min melaksanakan potong tumpeng yang disaksikan oleh seluruh anggota pejabat  Forkopimda yang kompak hadir semua pada kegiatan kali ini. Pada acara ini, dua orang Kepala Desa muda yang merupakan saudara kembar mendapat kehormatan potongan tumpeng dari Bupati Gus Yani, dan Wakil Bupati Bu Min.

Bupati Gus Yani dan Wabup Bu Min bersama para pejabat.SYUHUD/HB

Keduanya adalah, Kepala Desa Sidoraharjo  Suwoto bersama saudara kembarnya  Kepala Desa Lampah Suwandi keduanya dari Kecamatan Kedamean. Kakak beradik ini  mengaku bangga mendapat kehormatan menerima potongan tumpeng dari Bupati milenial tersebut. Suwoto dan Suwandi keduanya  berusia 40 tahun menyatakan bangga dengan Bupati Gus Yani.

“Kami sama-sama orang muda merasakan betul bagaimana tantangan menjadi seorang pemimpin. Kami merasa sangat bersemangat ketika berada di tengah masyarakat. Karena kami saudara kembar, tentu kami selalu bertemu dengan saudara kembar saya dan selalu bercerita setiap agenda dan kegiatan yang kami lakukan,”ungkap Suwandi.

Kades Kembar yang wilayahnya hanya berjarak 4 kilometer ini mengaku, dalam menjalankan pemerintahan di desanya tidak sama persis dengan desa saudaranya.

“Masyarakat kami berbeda tentu ada perbedaan dalam menjalankan roda kepemimpinan,”pungkasnya. (hud/ns)

 

Sumber Berita : saptanawa.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*