Menu

Peringati Hari HAM Sedunia , Gubernur Serahkan Sertifikat untuk Pengungsi Jemundo

Gubernur didampingi, Kepala Kanwil Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jatim Jonahar, Kepala Kanwil Kemenag Jatim Ahmad Zayadi dan Kepala Kanwil Kemenkumham Jatim Krismono menyerahkan sertifikat tanah bagi para pengungsi yang berasal dari Omben, Kabupaten Sampang tersebut. 

SURABAYA, HARIANBANGSA.net – Di hari  Hak Asasi Manusia (HAM) Internasional, Gubernur Jatim menyerahkan 239 sertifikat tanah kepada pengungsi Jemundo, Sidoarjo. Di aula Kantor wilayah Kementrian Hukum dan Jatim, Senin (14/12).

Gubernur didampingi, Kepala Kanwil Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jatim Jonahar, Kepala Kanwil Kemenag Jatim Ahmad Zayadi dan Kepala Kanwil Kemenkumham Jatim Krismono menyerahkan sertifikat tanah bagi para pengungsi yang berasal dari Omben, Kabupaten Sampang tersebut. 

Menurut Khofifah, pembuatan sertifikat ini adalah pekerjaan rumah panjang untuk memberikan hak-hak dasar bagi masyarakat. Setelah sebelumnya mereka juga memperoleh KTP, SIM, Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan berbagai program perlindungan sosial. 

“Akhirnya hari ini, sebanyak  239 sertifikat untuk saudara kita yang dari Omben, Sampang yang sekarang ini ada di Jemundo terselesaikan, proses penyelesaiannya di bantu oleh  Pak Kanwil BPN dan Kanwil Kemenag,” ujar Gubernur.

Gubernur menyebut,ini lebih ke silaturahim di antara masyarakat di sekitar Omben, Sampang dan saudara-saudara kita yang sekarang berada di Jemundo. Sudah dibantu proses silaturahimnya oleh Kanwil Kemenag.

Menurut Gubernur, ini adalah hadiah Hari HAM untuk kita semua, bagaimana sesungguhnya hak-hak dasar masyarakat bisa kita penuhi, dan tentu kita akan terus berbenah dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur.

Dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur, lanjutnya, Menteri Hukum dan HAM melihat ada empat daerah yang belum masuk kategori peduli HAM. Namun, Gubernur Khofifah berharap agar 34 wilayah yang sudah peduli HAM menjadi mobilisator untuk melakukan penetrasi bagi empat lainnya yang masih kategori cukup peduli HAM dan kurang peduli HAM.

“Tinggal empat lagi. Ini pekerjaan rumah (PR) kami, saya sampaikan kepada Kanwil Hukum dan HAM bahwa ini PR kita bersama,”imbuh Khofifah. 

Oleh karena itu, pihaknya mengimbau agar terus saling mendorong. Bagi yang sudah peduli HAM akan ditingkatkan dan yang masih cukup dan kurang peduli didorong supaya masuk kategori peduli HAM. 

“Ini menjadi penting, bahwa sisi dari perlindungan terhadap seluruh masyarakat di negeri ini terutama di Jawa Timur kita akan coba maksimalkan tentu dengan sinergitas seluruh instansi terutama instansi-instansi vertikal,” tuntas Gubernur Jatim Khofifah di Hari HAM Internasional. (dev/ns)

Sumber Berita : saptanawa.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*