Menu

 Pengamat: PKB Jatim Masih Butuh Figur Gus Halim


Ainur Rahman, Direktur Eksekutif Political Centre mengungkapkan terpilihnya Gus Halim itu sudah diprediksi sejak awal. Sebab, saat ini belum ada politisi PKB yang selevel dengan Gus Halim di Jawa Timur.

Surabaya, saptanawa.com –  Musyawarah Wilayah (Muswil) V DPW PKB Jawa Timur yang berlangsung 9-10 Januari 2021 Kembali memilih Abdul Halim Iskandar sebagai Ketua DPW PKB Jatim. Politisi yang akrab disapa Gus Halim itu memimpin DPW PKB Jatim selama lima tahun kedepan.

Ainur Rahman, Direktur Eksekutif Political Centre mengungkapkan terpilihnya Gus Halim itu sudah diprediksi sejak awal. Sebab, saat ini belum ada politisi PKB yang selevel dengan Gus Halim di Jawa Timur.

“Itu artinya, Gus Halim yang saat ini menjabat sebagai Menteri Desa figurnya masih belum bisa tergantikan oleh sosok lain di Jawa Timur,” tutur Ainur Rahman, Senin (11/1/2021).

Menurut pria yang akrab disapa Ainur itu, ada beberapa faktor, pertama Gus Halim merupakan sosok yang diterima oleh semua kader PKB Jatim. Terbukti, selama kepemimpinan Gus Halim, PKB Jawa Timur sangat kondusif.

Kemudian berikutnya kata Ainur, hingga saat ini dari stok kader yang ada, belum ada yang matang dan siap memimpin PKB Jatim dengan segala dinamikanya.

“Gus Halim itu sudah pilihan tepat bagi PKB Jatim, Sebab tantangan ke depan akan semakin berat,” tandasnya.

Soal Pilkada serentak 2020 di Jawa Timur, Ainur menambahkan bila pilkada itu bukan satu-satunya tolak ukur kesuksesan seorang ketua partai. Meski, calon yang diusung PKB tidak terlalu banyak yang menang dalam pilkada di Jawa Timur, itu tidak bisa menjadi patokan.

Namun Ainur mengungkapkan, bila ditelisik justru di pilkada kali ini PKB menorehkan kemenangan bersejarah. Bayangkan, kader PKB Mak Rini bisa menumbangkan calon dari PDI Perjuangan yang notabene adalah incumbent.

“Di Kabupaten Blitar, kader PKB bisa menumbangkan calon incumbent dari PDIP. Ini jelas kemenangan bersejarah, sebab selama ini Kabupaten Blitar adalah basis PDI Perjuangan,” imbuhnya.

Ainur menambahkan, pilkada adalah bagian dari konsolidasi struktur Partai, bagian menguji mesin partai. Dan itu, bila dilihat sangat bisa dilakukan oleh PKB dalam Pilkada di Jatim, struktur partainya gerak dan jalan. Sehingga soliditas kader tetap terjaga.

Terlebih PKB juga dalam Pilkada di Jatim, kebanyakan mengutamakan menjadi pengusung utama, termasuk mengusung kader sendiri. Sehingga, menjadi penggerak mesin partai, meski di beberapa daerah kalah.

“Dari 19 Pilkada yang digelar tahun lalu, PKB mayoritas mengusung kader sendiri. Soal kalah-menang biasa, tapi konsolidasi struktur partai jalan. Mesin partai pun bekerja. PKB membuktikan sebagai partai kader, karena yang diusung kader asli,” pungkas alumni aktivis PMII ini. (mdr/ns)

Sumber Berita : saptanawa.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*