Pemkot Surabaya Gencarkan Rapid Test Massal, Reaktif Harus Isolasi di Hotel 14 Hari

SURABAYA,  HARIANBANGSA.net – Rapid test massal bakal dilakukan Pemkot Suraya, guna memutus mata rantai Covid-19. Mereka yang hasilnya reaktif, selanjutnya akan menjalani tes swab dan isolasi di hotel selama 14 hari. Hingga kini, lebih ada sekitar 135 orang yang ada di hotel. Kemudian, ada 265 orang dinilai reaktif setelah melalui rapid test.

Memang, hasil reaktif dari rapid test itu belum tentu positif Covid-19. Karena itu, warga yang hasil rapid testnya dinyatakan reaktif, selanjutnya akan menjalani pemeriksaan swab. Hal ini untuk memastikan apakah warga tersebut benar-benar confirm Covid-19.

Dalam rakor bersama Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Kota Surabaya di Posko Dapur Umum Balai Kota Surabaya, Rabu (13/05), Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini berkeinginan Covid-19 segera terputus. 

“Selama menunggu pemeriksaan dan hasil swab itu, maka dia tetap harus menjalani karatina selama 14 hari. Meski hasil pemeriksaan swabnya nanti negatif,” kata wali kota perempuan pertama di Surabaya ini.

Di samping getol menggelar rapid test massal, pihaknya juga menjalin komunikasi dengan dua rumah sakit di Surabaya untuk rencana penambahan kapasitas bed di ruang isolasi. Dua rumah sakit; RS Husada Utama berjumlah 240 bed dan RS Siloam 40 bed.

“Jadi kita juga minta bantuan untuk pihak rumah sakit agar bisa menambah bed untuk ruang isolasi,” jelasnya.

Tak hanya itu, Pemkot Surabaya juga menggandeng Unit Pelayanan Teknis (UPT) Asrama Haji Sukolilo untuk rencana digunakan sebagai ruang isolasi pasien Covid-19. Setidaknya ada dua blok di Asrama Haji yang disiapkan sebagai alternatif ruang isolasi jika di rumah sakit sudah tidak mampu menampung.

“Jadi untuk Asrama Haji sudah siap, RS Husada Utama saat ini dalam perbaikan, dan untuk RS Siloam sudah bisa digunakan,” pungkasnya. (ian/ns)

Sumber Berita : saptanawa.com


Posted

in

by

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *