Menu

Pasar Sleko Kota Madiun siap menjadi tujuan wisata kuliner dan belanja

Madiun (ANTARA) – Wali Kota Madiun Maidi menyatakan Pasar Sleko di Kota Madiun, Jawa Timur, siap menjadi tujuan wisata kuliner dan belanja seiring proses renovasi pasar tradisional tersebut yang segera selesai.

“Saat ini pembangunan sudah mencapai 95 persen. Tinggal lima persen lagi dan perawatan,” ujar Wali Kota Maidi di Madiun, Rabu.

Menurut dia, bangunan Pasar Sleko yang direnovasi adalah bagian pusat jajanan serba ada (pujasera) di sebelah utara pasar dan kios buah-buahan di bagian selatan pasar.

Nantinya pujasera di Pasar Sleko akan diisi dengan berbagai macam kuliner. Jumlah stan yang disediakan juga lebih banyak dari sebelumnya. Karena itu, Maidi berharap lokasi tersebut bisa menjadi magnet bagi wisatawan untuk berkunjung ke Kota Madiun dan menikmati aneka kuliner.

Namun, lanjut Wali Kota, upaya itu wajib didukung dengan perilaku para pelaku usaha. Terutama, dalam hal menjaga kebersihan lapak. Untuk itu, Pemkot Madiun akan memberikan pembinaan bagi pedagang sebelum pujasera dibuka.

“Pembinaan itu perlu. Tempat sudah baik, fasilitas bagus, tapi kalau tidak dibarengi dengan kedisiplinan menjaga kebersihan tentu tidak akan optimal. Maka dari itu, pedagang akan dibina,” lanjutnya.

Terkait peresmian, mantan Sekda Kota Madiun itu mengatakan bahwa prosesinya akan segera diselenggarakan setelah seluruh area pujasera selesai dibangun.

“Secepatnya, supaya bisa segera dimanfaatkan bersama,” katanya.

Wali Kota menambahkan tidak hanya Pasar Sleko, proyek pembangunan sentra kuliner juga akan berlanjut hingga tahun 2022. Yakni, area Cokroaminoto hingga tower Sleko yang akan diproyeksikan menjadi pusat kuliner malam hari.

“Nanti berbagai macam kuliner khas Kota Madiun ada di situ dan terkoneksi dengan Pujasera Pasar Sleko,” kata dia.

Renovasi Pasar Sleko telah berlangsung sejak tahun 2020. Pengerjaannya dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Madiun.

Adapun merenovasi pasar tradisional kedua setelah Pasar Besar Madiun tersebut bertujuan untuk meningkatkan tingkat kunjungan pembeli ke pasar tradisional setempat, sehingga tingkat perekonomian para pedagang pun ikut naik.

 



Sumber Berita : saptanawa.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*