Pandemi, Karya Monolog Menyorot Carut Marut Penanganan Covid-19

SURABAYA, HARIANBANGSA.net – Kelompok seniman muda asal Surabaya dari Komunitas Master (Masih Suka Berteater) menyuguhkan pertunjukan pementasan drama Monolog berjudul Pandemi.

 

“Virus Corona yang bergerak cepat membuat dunia bergerak seolah melambat. Banyak negara di dunia yang semakin kewalahan menangani Pandemi. Amerika, China, Italia, Spanyol, Jerman, dan banyak negara lain di dunia harus lockdown berjamaah. Termasuk Indonesia yang kini belum tuntas menghambat penyebaran Covid-19,”kata Penulis Naskah Pandemi, M. Afrizal Akbar, Selasa (21/4).

 

Pementasan Monolog itu, kata dia, sebagai bentuk evaluasi dan kritik tentang kegagapan dunia menyikapi Pandemi. Bahkan, lanjut dia, perdebatan banyak pihak tentang teori konspirasi atas senjata biologis menggunakan virus yang banyak menjadi wacana di pelbagai negara itu dibahas pula dalam pertunjukan.

 

“Kegagapan penanganan Pandemi ini juga terjadi di Indonesia. Sejak awal Covid-19 ini dianggap lelucon oleh para pemimpin bangsa ini. Mitigasi virus dengan doa qunut, nasi kucing, susu kuda liar, minum jamu menjadi lelucon saat penyebaran Covid 19 masih belum terdeteksi. Walau sudah diingatkan WHO berulang kali, saat menyebar dan mewabah, pemerintah menjadi gagap dalam penanganannya,”kata pria yang juga menjabat Sekjen IKA Stikosa AWS tersebut.

 

Pementasan Monolog berjudul Pandemi itu diproses dan disutradarai oleh Ryan Herdiansyah. Seniman muda yang juga anggota Teater Lingkar Stikosa AWS itu sudah malang melintang di dunia kesenian, khususnya performance art. Pementasan yang difasilitasi Dewan Kesenian Kota Surabaya itu juga didukung oleh tim kreatif dari Teater Geo, Unipa.

 

Sementara, Gegeh B. Setiadi yang menjadi aktor menyebutkan monolog berjudul Pandemi ini tentang kegagapan negara menangani pandemi Covid-19.

 

“Ini adalah bagian dari upaya kami mempertahankan kreativitas dalam berkesenian. Di saat semua harus berhenti dengan social distancing, di tengah pandemi Covid-19, lakon Pandemi hadir. Lakon ini bercerita tentang kegagapan negara ketika terjadi pandemi Covid-19,”kata Gegeh.

 

“Kami juga membuka donasi untuk korban Pandemi Covid 19 sebelum dan saat pertunjukan digelar. Bantuan donasi itu dapat di transfer melalui rekening BCA 5120255144 a/n Syskaliana atau OVO / Gopay / Link Aja / Dana di nomer 082141597499. Seluruh donasi akan kami sumbangkan bagi korban Covid 19,” pungkas dia. (mid/ns)

Sumber Berita : saptanawa.com


Posted

in

by

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *