Menu

Kerja Sama antar Provinsi, Gubernur Khofifah Teken MoU dengan Gubernur Ridwan Kamil

Kerjasama antar Provinsi dilakukan oleh Gubernur Jawa Timur bersama Gubernur Jawa Barat untuk mengembangkan Potensi Daerah dan meningkatkan kualitas Pelayanan Publik

Surabaya – HARIAN BANGSA

Gubernur Jawa Barat dan Gubernur Jawa Timur kesepakatan bersama tentang pengembangan potensi daerah dan peningkatan pelayanan publik, yang di selenggarakan di Gedung Negara Grahadi, Kamis (20/1/21).

Kerjasama tersebut, diformalitaskan melalui kesepakatan bersama, yang dilakukan oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Gubernur Jabar Ridwan Kamil. Serta Kepala Dinas Koperasi dan UMKM, lalu Dinas Perindustrian dan Perdagangan masing-masing Provinsi. 

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan, Alhamdulillah akhirnya kita bisa memformalisasi sebuah cita-cita yaitu meningkatkan volume kerja sama dan perdagangan antar provinsi yang selama ini dalam membangun Indonesia sering kali lebih ke bisnis kita tingkatkan ke pemerintah ke pemerintah.

“Oleh karena itu, setelah bersiaplah lama, hari ini datangani dengan berbagai program konkrit tentunya. Penduduk kami 50 juta, swasembada pangan menjadi sebuah catatan selamat covid sebuah catatan selama Covid-19 yang harus dijaga penjaganya. Salah satu yang jadi masalah adalah, Jabar masih impor sapi,” ujarnya.

“Sehingga kami ingin belajar dari Jawa Timur, Balai Besar Inseminasi Buatan ada di Singosari, yang tentunya bisa menjadi tempat kami belajar,” imbuhnya. 

Gubernur juga menjelaskan, kemudian kami punya kekuatan di Industri manufaktur, dimana industri mobil karena ekosistim IKM nya sudah sangat terbentuk kuat. Jadi kita bisa kerjasama mobilnya di Jawa Barat dan sumber batrai listriknya di Jawa Timur.

Sementara itu, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa berharap, kerjasama Jatim dan Jabar ini bisa bersama menjadi bagian dari penopang swasembada daging. Melalui Balai Besar Inseminasi Buatan, menjadi potensi luar biasa. 

“Bagaimana meningkatkan produktifitas apa yang bisa disupport oleh Balai Besar Inseminasi Buatan. Tidak sekedar kita melakukan budidaya sapinya, tapi juga RPH (Rumah Potong Hewan) halalnya,” katanya. 

Selama ini, Indonesia mengadopsi daging sapi dari Timur Tengah, sebagian besar dari Malaysia, dan Brunai, serta Brazil, Australia dan Newzeland. Namun dipastikan sudah terjamin kehalalan RPH-nya, serta higenis dan modern. 

“Kita rasanya punya kemampuan untuk itu. Jadi kali ini di ditopang Jawa Timur dan Jawa Barat, sama-sama kita bergerak, rasanya tidak sekedar kita swasembada daging, tapi kita juga menyiapkan RPH halal,” tambahnya. 

Gubernur Khofifah Provinsi juga potensi industri kreatif dari kedua, yakni fashion. Dimana masing-masing Provinsi memiliki desainer yang mumpuni, serta karya karya fashion yang perlu diperhitungkan. (pengembang)

Sumber Berita : saptanawa.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*