Menu

Ingin Hamil di Masa Pandemi, Begini Pesan Kaper BKKBN Jatim

“Risiko hamil pada saat pandemi ini, seorang ibu hamil biasanya di trimester pertama daya tahan tubuhnya kurang. Covid ini kan perlu dilawan dengan imunitas yang bagus, jangan sampai bertolak belakang,” imbau Teguh.

SURABAYA, HARIANBANGSA.net  – Kepala Perwakilan (Kaper) BKKBN Provinsi Jatim Sukaryo Teguh Santoso mengimbau pada pasangan usia subur yang belum hamil untuk menunda kehamilan di masa pandemi hingga situasi membaik. Menurutnya, hamil di masa pandemi memiliki beberapa risiko.

“Risiko hamil pada saat pandemi ini, seorang ibu hamil biasanya di trimester pertama daya tahan tubuhnya kurang. Covid ini kan perlu dilawan dengan imunitas yang bagus, jangan sampai bertolak belakang,” imbau Teguh dalam acara Ngoper Kanan (Ngopi Bareng Kaper dan Rekan-rekan) di Kantor BKKBN Provinsi Jawa Timur, Kamis (24/9).

Kemudian, tak hanya memerhatikan kecukupan gizi tetapi kasih sayang selama janin itu ada. Ibunya  diharapkan betul-betul sehat saat mengandung, janinnya juga sehat, dan nanti dilahirkan juga menjadi anak-anak yang sehat pula. Ia berharap jangan sampai bayi-bayi yang kelahirannya tidak diinginkan itu malah menambah angka stunting. Padahal, Provinsi Jawa Timur lagi gencar-gencarnya ingin menurunkan angka stunting tersebut.

“Dalam jangka panjang, kehamilan yang tidak diinginkan tersebut tidak terkendali, maka akan memacu kelahiran yang tinggi. Dan dalam periode tertentu bisa memicu baby boom,” ungkapnya.

Lantas, bagaimana kalau ada pasangan yang pingin betul-betul hamil di masa pandemi ini? Teguh pun mengatakan tidak apa-apa, asalkan benar-benar mempersiapkan dengan baik dan harus mengetahui konsekuensinya.

“Sehingga pada saat hamil nantinya, ibunya juga terpenuhi kebutuhan fisik dan psikologisnya, suami juga betul-betul memenuhi kebutuhannya dengan baik, dan janin yang ada di dalam kandungan juga terpenuhi dengan baik,” jelas dia.

Dalam memperingati Hari Kontrasepsi Dunia pada 26 September 2020, Teguh mengingatkan kepada masyarakat bahwa kontrasepsi itu sebagai salah satu alat untuk merencanakan kehamilan dengan baik. Hal itu supaya ibu yang mengandung sehat dan anak yang dilahirkan juga sehat serta terpenuhi hak-haknya sehingga melahirkan generasi yang berkualitas.

“Dalam situasi pandemi seperti ini, peranan kontrasepsi menjadi penting dalam rangka jaga kesehatan ibu dan anak. Oleh karena itu, jangan sampai drop out (DO) KB. Bagi yang sedang KB maka pertahankan sampai masa usia suburnya selesai,” pesan dia.

Kalau memang ada yang memerlukan kontrasepsi ulangan, Teguh menegaskan kepada masyarakat untuk wajib menghubungi petugas-petugas kesehatan terdekat. “Upaya untuk mempertahankan kelestarian ber-KB wajib dalam situasi pandemi seperti sekarang ini,” tegasnya.

Kepala Dinkes Jatim dr Herlin Ferliana, MKes menuturkan, saat ini semua pelayanan kesehatan masyarakat yang bersifat esensial kesehatan tidak boleh dihentikan, termasuk pelayanan KB dengan memerhatikan protokol kesehatan yang kuat.

“Kita tidak bisa bayangkan jika kenaikan DO KB terus berlanjut setiap bulan, maka akan terjadi hal yang tidak diinginkan. Agar petugas dan masyarakat aman, saat ini pelayanan KB di tingkat pertama atau rujukan telah dipandu dengan buku pedoman,” tuturnya.

 

Ia juga mengajak kepada masyarakat untuk bersama-sama memerangi pandemi Covid-19. Dengan cara memperketat protokol kesehatan supaya tidak terjadi penularan. Tetapi pelayanan KB tetap harus berjalan seiring. Untuk bisa berjalan seiring ini, Herlin mengingatkan untuk selalu memerhatikan tiga komponen ini.”Petugasnya aman, akseptornya aman, dan keluarganya aman. Jadi, ini harus kita amankan. Caranya dengan, protokol kesehatan harus dilakukan dengan baik, semuanya wajib memakai masker, menjaga jarak, serta mencuci tangan,” ajaknya. (ian/ns)

Sumber Berita : saptanawa.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*