Menu

Hudiyono Pastikan Stok Kedelai untuk Sidoarjo Aman

SIDOARJO, HARIANBANGSA.net – Stok kebutuhan bahan baku kedelai untuk produsen tahu dan tempe di Sidoarjo dipastikan aman. Itu diketahui saat Penjabat (Pj) Bupati Sidoarjo Hudiyono sidak bersama Disperindag setempat, di gudang milik Primkopti Karya Mulya di Desa Sepande Kecamatan Candi, Senin (4/1).

Koperasi yang menaungi 270 produsen tahu-tempe ini setiap bulannya menyediakan bahan baku kedelai sebanyak 15 ribu ton. Hudiyono menyampaikan stok kedelai di Jatim saat ini sudah tersedia 450 ribu ton dari jumlah tersebut kebutuhan para produsen tahu-tempe di Sidoarjo dipastikan bisa terpenuhi.

“Untuk Jatim stok yang tersedia ada 450 ribu ton, saya kira di Sidoarjo ini bisa terpenuhi karena tiap bulannya yang dibutuhkan sekitar 15 ribu dan kita pastikan tidak ada kelangkaan kedelai,” cetus Hudiyono.

Kata dia, saat ini Pemkab Sidoarjo bersama dengan pemprov Jatim berupaya menekan harga bahan baku kedelai bersama dengan pemerintah pusat. Kelangkaan bahan baku kedelai menurut Hudiyono disebabkan karena impor dalam jumlah besar yang dilakukan oleh negara AS dan China sehingga stok kedelai di pasar internasional mengalami kekurangan.

Mayoritas produsen tahu dan tempe di Indonesia menggantungkan kedelai impor termasuk produsen dari Sidoarjo. “Kelangkaan kedelai kemarin bukan hanya terjadi di Sidoarjo saja tetapi juga terjadi secara nasional,” terangnya.

Impor besar-besaran yang dilakukan AS dan China juga menyebabkan harga bahan baku tahu dan tempe naik sebesar 25 persen. Sedangkan produsen kesulitan menaikkan harga tahu dan tempe di pasaran. Meski demikian, ketua Primkopti Karya Mulya, Sukari mengaku terpaksa menaikkan 10 persen dari harga biasanya.

Sukari mengaku jumlah produksi tahu dan tempe sekarang dikurangi karena takut rugi. “Harga di pasar kita naikkan sekitar 10 persen, sedangkan harga bahan baku kedelai di pasaran naiknya 25 persen. Supaya tidak rugi jumlah produksi dikurangi karena khawatir tidak semua habis terjual,” beber Sukari.

Sukari tidak menolak jika ada bahan baku kedelai lokal, meski sampai saat ini koperasi yang dikelolanya mengandalkan kedelai impor. Alasannya, stok kedelai lokal tidak bisa diharapkan karena pengalaman dari Sukari stok kedelai lokal sering kosong.

Diketahui, mulai Senin (4/1), produsen tahu dan tempe desa Sepande kecamatan Candi, sudah mulai memproduksi. Sebelumnya sempat mogok selama tiga hari, 1-3 Januari 2021 akibat kelangkaan dan melonjaknya harga kedelai sejak akhir Desember 2020. Sebelum mengalami kenaikan harga bahan baku kedelai hanya 7.000 per/kg sekarang naik menjadi 9.300 per/kg. (sta/ns)

 

Sumber Berita : saptanawa.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*