Menu

DPRD Surabaya Usulkan Penerapan Aplikasi Berbasis Teknologi untuk Program Trans Semanggi dan Suroboyo Bus

. Fatkur mendorong agar ada kajian dengan pendekatan ‘Based On Market’. Jadi kembali ke awal program ini bergulir, dulu marketnya siapa, apakah program ini sudah sesuai target awal?

Surabaya, saptanawa.com – Anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya, Fatkur Rohman mengusulkan dua hal dalam optimalisasi penggunaan Trans Semanggi Suroboyo dan Suroboyo Bus sebagai angkutan  umum di Kota Surabaya.

Usulan ini  disampaikan dalam rapat  Komisi A bersama Bappeda Litbang Pemkot Surabaya yang diwakili Nina Anggraen.

Pertama, berbasis evaluasi. Fatkur mendorong agar ada kajian dengan pendekatan ‘Based On Market’. Jadi kembali ke awal program ini bergulir, dulu marketnya siapa, apakah program ini sudah sesuai target awal?

Untuk mengetahui ini maka perlu ada  riset yang melibatkan akademi dengan target data mentah dari market. Sehingga bisa jadi _Re-Planning_ dalam banyak aspek. Misalnya, apa service yang diinginkan oleh market.

“Dengan kajian ini, semoga program ini ke depan bisa berjalan tepat sasaran sesuai target yang ditentukan. Termasuk apakah rutenya sudah terbaik, alternatif mekanisme paymentnya dan lain-lain, harus ada analisa,” ujar dia.

Kedua, berbasis teknologi. Fatkur yang juga Wakil Ketua Fraksi PKS ini menjelaskan, kalau melihat trend, maka dunia digital dan teknologi merambah ke dunia transportasi. Teknologi ini, kata dia memberikan layanan berupa kepastian dan kenyamanan. Sebagaimana pesawat dan kereta api yang tiket dan kepastian berangkat  sudah menggunakan teknologi dengan munculnya banyak aplikasi.

” Ya, mungkin Pemkot Surabaya bisa menjadi pioner untuk mengembangkan aplikasi berbasis teknologi untuk program bus ini,” tandas Fatkur.

Dia menambahkan, ini bisa menjadi bahan kajian dengan _leading sector_ di Dinas  Komunikasi dan Informasi (Diskominfo).

Diketahui, Kota Surabaya dikunjungi banyak wisatawan selama libur long weekend. Kondisi itu berdampak pada kesibukan transportasi publik.

Ada lonjakan jumlah penumpang pada Suroboyo Bus dan Trans Semanggi Suroboyo. Peningkatannya sampai 50 persen. Hal ini lantaran antusiasme masyarakat untuk naik Bus Suroboyo cukup tinggi.

Penumpang menikmati perjalanan dari dalam Bus Suroboyo

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Surabaya Tundjung Iswandaru membenarkan bahwa penumpang transportasi publik dalam kota cukup padat.  Meski begitu, pihaknya tetap melakukan pembatasan kapasitas penumpang. Disesuaikan dengan kondisi PPKM level 3. Kapasitas transportasi umum, termasuk angkutan massal, dibatasi maksimal 70 persen dari kapasitas normal.

Meningaktnya jumlah penumpang berdampak pada peningkatan jumlah botol plastik sebagai sarana pembayaran. Hasil pengumpulan botol bekas tersebut kemudian dilelang Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya. Tecatat, DLH sudah tiga kali melelang botol bekas dan hasil pelelangan masuk ke kas daerah hingga Rp 300 juta. (lan/ns)

Sumber Berita : saptanawa.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*