Menu

DPRD Gresik Agendakan Perubahan Propemperda  Status PT Gresik Migas

 

Gresik – HARIAN BANGSA

Pimpinan DPRD Gresik segera mengagendakan perubahan program pembentukan peraturan daerah (Propemperda) terkait perubahan status Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT. Gresik Migas menjadi perusahaan umum daerah (Perumda). Ini sebagai persyaratan untuk mendapatkan bagian Participating Interest (PI) 10  persen di wilayah kerja (WK) dan gas bumi (Migas) di Tuban.

Wakil Ketua DPRD Gresik, Asluchul Alif mengatakan hal ini, kemarin. “Kami akan segera paripurnakan perubahan Propemperda perubahan status BUMD PT. Gresik Migas menjadi Perumda,” ujar Asluchul Alif kepada HARIAN BANGSA, Kamis (30/1/2020).

Menurut Alif, ada empat Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Kabupaten Gresik, Bojonegoro, Tuban, dan Propinsi Jawa Timur, telah menyepakati porsi prosentase dalam mengelola dan menerima pendapatan Participating Interest (PI) 10 persen di Wilayah Kerja (WK) Minyak dan Gas Bumi (Migas) Blok Tuban. “Keempat BUMD dan perwakilan pemerintah kabupaten sudah bertemu membahas PI dan sosialisasi study pelamparan di kantor Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur,” jelasnya.

Dikatakan Alif, dalam pertemuan tersebut,  baru dibahas

 kesepakatan prosentase pendapatan PI 10 persen WK Migas Blok Tuban. 

Di antaranya, berasal  dari Lapangan Sukowati di Bojonegoro, lapangan Mudi di Tuban, lapangan Lengowangi, lapangan Bogomiring dan lapangan South Bungoh di Gresik. 

Alif lebih jauh menyatakan,  bahwa Dinas ESDM Pemprov Jatim   menfasilitasi proses penerimaan PI 10 persen untuk keempat BUMD, yakni BUMD PT. Bojonegoro Bangun Sarana (BBS) dari Bojonegoro, BUMD PD Migas Tuban dari Tuban, PT Gresik Migas dari Gresik dan PT Petrogas Jatim Utama dari Provinsi Jawa Timur.  “Keterlibatan empat BUMD tersebut sesuai Permen ESDM Nomor 37 Tahun 2016. Mereka sudah bersepakat dari masing masing prosentasenya untuk keempat BUMD sesuai Permen ESDM dimaksud,” ungkap Ketua DPC Gerindra Kabupaten Gresik ini.

Alif menyatakan,  keseriusan PT Gresik Migas dan 3 BUMD dalam mengelola PI 10 persen WK Blok Tuban dikarenakan industrialisasi di bidang Migas tersebut merupakan peluang untuk daerah penghasil, yang nantinya mampu memberikan kontribusi besar terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). ” Bahkan, proses persiapannya sudah mulai dilakukan oleh keempat BUMD terkait, ” jlentrehnya.

Alif menjelaskan,  di Kabupaten Gresik sedikitnya   ada 3 sumur   minyak dan gas (migas). Kemudian,  Tuban 1 sumur dan Bojonegoro 1 sumur.

Rencananya, selain tiga kabupaten dimaksud, anjut Alif  BUMD Lamongan juga akan ikut dalam PI. Namun, setelah dilihat dari keberadaan sumur minyak di Lamongan tidak ada kandungan yang dibutuhkan,  sehingga  tinggal 3 kabupaten  Gresik, Tuban dan Bojonegoro yang akan berpartisipasi di dalamnya (PI).

Pemkab Gresik sendiri kata Alif, sebelum terlibat lebih jauh dalam kontrak PI,  sedang memilah daerah yang sukses maupun gagal dalam mengelola PI untuk dijadikan referensi. 

Nantinya, dalam kontrak awal  setiap poin kerjasamanya akan dipelajari lebih jeli. “Kami harap Perumda PT. Gresik Migas nanti setelah terbentuk  akan serius dan jeli dalam kerjasama  PI ini,” terangnya.  “DPRD optimis PI ke depan bisa menguntungkan Gresik  karena modalnya ditalangi oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS). Hal ini  diatur dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 37 Tahun 2016 tentang ketentuan penyertaan modal (Participating Interest/PI) 10 persen pada wilayah kerja Migas,” kata dia.

Alif berharap kerjasama yang dilakukan Perumda PT. Gresik Migas nanti bisa menghasilkan penghasilan yang signifikan. “Sehingga, bisa memberikan pundi-pundi PAD besar untuk menopang APBD dalam pembiayaan pembangunan di Kabupaten Gresik,” pungkasnya. (hud/ros)

Sumber Berita : saptanawa.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*