Menu

BPOLBF pastikan prokes ketat jamin wisatawan ke Labuan Bajo

Surabaya (ANTARA) – Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) memastikan penerapan protokol kesehatan ketat berbasis cleanliness, health, safety, and environmental sustainability (CHSE) untuk memastikan keamanan dan kenyamanan wisatawan yang berkunjung ke destinasi super prioritas Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Direktur Utama BPOLBF Shana Fatina mengatakan dengan perkembangan kondisi yang ada saat ini pihaknya menjamin kawasan wisata Labuan Bajo aman dikunjungi. 

“Status penularan COVID-19 di Manggarai Barat tergolong cukup rendah dengan kasus sebagian besar berasal dari pendatang,”  ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima di Surabaya, Jumat.

Tercatat sampai 12 Februari 2022 pukul 18.00 WITA, dari total jumlah pemeriksaan terhadap 666 orang, jumlah pasien terkonfirmasi positif sebanyak 26 orang dan negatif sebanyak 640 orang sehingga pada saat ini positivity rate di Manggarai Barat sebesar 3,9 persen.

Sejak ditemukan kasus pertama pada 30 April 2020, total kasus konfirmasi positif sampai 12 Februari 2022 sebanyak 5.309 orang.

Untuk mengantisipasi penyebaran di sekitar lokasi wisata, BPOLBF menerapkan protokol kesehatan CHSE di Labuan Bajo secara ketat dalam berbagai hal.

Sejumlah prosedur pun harus diikuti oleh pengunjung di antaranya wajib menunjukkan hasil negatif PCR atau tes antigen bagi pengunjung dari luar Labuan Bajo pada kedatangan di pelabuhan dan bandara (mengisi eHac).

“Kami juga menyediakan peralatan, perlengkapan kebersihan, dan kesehatan (masker, sarung tangan, termometer, kotak obat). Dan selalu memastikan penerapan 3M termasuk melakukan pemeriksaan suhu tubuh kepada karyawan dan pengunjung,” ucap Shana.

Di sisi lain BPOLBF juga menyediakan pelayanan reservasi melalui telepon, media sosial, serta pembayaran non-tunai untuk menghindari kerumunan dan kontak fisik.

“Tidak kalah penting kami menyediakan asuransi kesehatan dan/atau kecelakaan bagi pengunjung,” ucapnya.

Sementara itu, Director of Sales and Marketing Meruorah Komodo Labuan Bajo, Ika Dunn juga mengakui angka terinfeksi COVID-19 tergolong rendah, namun tetap selalu siaga.

Saat ini pemerintah daerah juga mengantisipasinya dengan menyiapkan antigen gratis kepada semua penumpang yang turun melalui “Komodo Airport” dan ini berlaku terhadap semua penumpang.

“Sehingga apabila ada yang positif maka akan di karantina di rumah sakit yang sudah disiapkan,” katanya.

Ika juga menegaskan percepatan vaksin booster juga akan  sangat membantu sehingga baik masyarakat maupun pengunjung merasa lebih aman. 

Ia juga mengakui Labuan Bajo kini sudah sudah sangat nyaman dan siap menyelenggarakan side meeting event G20.

“Labuan Bajo untuk menjadi salah satu venue G20, saya rasa sudah sangat  memadai mengingat beberapa agenda memang disesuaikan dengan kapasitas destinasi,” tuturnya.

Sementara itu  Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT bersyukur bahwa sejumlah side meeting event G20 berlangsung di Labuan Bajo.

Sonny yakin dengan suksesnya pelaksanaan side meeting event G20 di Labuan Bajo akan berdampak juga secara ekonomi kepada masyarakat. (*)



Sumber Berita : saptanawa.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*