Anwar Sadad: Gerindra Berduka, Kehilangan Kader Terbaik Kota Mojokerto

“Atas nama DPD Partai Gerindra Jatim, saya mengucapkan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas wafatnya kader terbaik Partai Gerindra di Kota Mojokerto,”ujar Anwar Sadad.

Surabaya, saptanawa.com – Keluarga besar Partai Gerindra berduka cita, karena kehilangan salah satu kader terbaiknya, Rizal Zakaria Ketua DPC Partai Gerindra Kota Mojokerto yang juga Wakil Wali Kota Mojokerto  yang mengalami serangan jantung saat menghadiri acara Jatim Fair di Grand City, Surabaya, Jumat (8/10).

“Atas nama DPD Partai Gerindra Jatim, saya mengucapkan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas wafatnya kader terbaik Partai Gerindra di Kota Mojokerto. Semoga amal ibadah almarhum H. Rizal Zakaria diterima dan mendapat terbaik di sisi Allah,” kata Ketua DPD Partai Gerindra Jatim, Anwar Sadad saat dikonfirmasi Jumat (8/10/2021).

Diakui Gus Sadad sapaan akrab Anwar Sadad, kepergian almarhum cukup mengejutkan. Mengingat, tak ada kabar jika beliau menderita sakit hingga dirawat di RS Soewandi Surabaya, sehingga membuat kolega di partai maupun masyarakat sekitar cukup kaget.

“Mudah-mudahan keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran,” terang politikus asal Pasuruan ini.

Menurut Sadad, almarhun adalah figur kader ideal, pekerja keras tapi tak banyak bicara. Hal itu dibuktikan dengan torehan prestasi dalam Pilkada serentak tahun 2018 dan pemilu 2019 lalu.

“Saya mengenal beliau sebagai figur yang ramah dan santun. Hal itu nampak saat acara-acara partai beliau menunjukkan loyalitasnya dan tak pernah neko-neko,” terangnya.

Bahkan, lanjut Sadad, saat DPD Partai Gerindra Jatim menggelar kegiatan konsolidasi kader di Kota Mojokerto bisa berjalan dengan baik berkat support almarhum yang aktif luar biasa.

“Karena itu ketika mendapat kabar kepergian beliau dari saudara Hidayat, saya sangat merasa kehilangan. Lalu terbayang masa-masa ngobrol bersama pengurus lainnya. Beberapa kali ke Kota Mojokerto, saya dijamu di Rumah Makan Anda yang kesohor itu,” kenang Anwar Sadad.

Diakui Sadad, mengobrol dengan Pak Rizal Zakaria tak melulu soal partai, tapi juga soal pengalaman beliau yang panjang, dan kegigihannya mengarungi suka duka kehidupan.

“Sebagai orang yang lebih muda dari beliau, saya banyak belajar dari almarhum,” jelasnya.

Dari lubuk hati terdalam, “Saya menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkannya. Takdir tak bisa dihindari. Yakinlah rencana Allah pasti lebih baik dari rencana manusia. Allah sedang mmenyusun skenario terbaik untuk Pak Rizal,” tambah Sadad.(mdr/ns)

 

 

Sumber Berita : saptanawa.com


Posted

in

by

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *