Menu

2 PMI Terinveksi Varian Baru Covid Sembuh, Tetap Isolasi dan Dipantau

Diketahui, kasus yang terjadi pada pasien asal Kabupaten Jember dengan varian B.1.17 strain UK, sedangkan pasien yang berasal dari Kabupaten Sampang dengan varian B.1.351 strain Afrika Selatan.

Surabaya, saptanawa.com – Dua Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang terinfeksi virus covid varian baru, kini sudah dinyatakan negatif. Namun sesuai prosedur, masih harus menjalani isolasi hingga 14 hari kedepan, guna mengetahui keberadaan virus tersebut.

Diketahui, kasus yang terjadi pada pasien asal Kabupaten Jember dengan varian B.1.17 strain UK, sedangkan pasien yang berasal dari Kabupaten Sampang dengan varian B.1.351 strain Afrika Selatan.

Penanggungjawab Rumah Sakit Darurat Lapangan Indrapura Surabaya (RSLI), Laksma dr IDG Nalendra mengatakan, pasien asal Jember berjenis kelamin laki laki, sedangkan yang dari Sampang berjenis kelamin perempuan. Keduanya masuk pada 11 Mei 2021.

“Masuk tanggal 11, keesokan harinya sampel langsung kita kirim ke ITD dan Balitbangkes di Jakarta,”katanya, Selasa (18/5/2021).

Perawatannya tidak berbeda dengan pasien Covid-19 pada umumnya, hanya saja yang dibedakan adalah ruang isolasi. Keduanya ditempatkan di ruang isolasi khusus atau tersendiri, agar tidak menginfeksi pasien lainnya.

“Kita pisahkan dengan teman-teman yang dulu kita kumpulkan, olah raga. Sekarang kita pisahkan tersendiri. Tujuannya adalah untuk mencegah terjadi penularan yang sungguh luar biasa kita takutkan,” tuturnya.

Virus jenis varian baru ini tergolong sangat cepat penularannya. Dr Nalendra menuturkan, untuk yang strain UK, kecepatan penularan antara 36% – 75%, lebih cepat. Sedangkan gejalanya sama.

“Tapi pertama ada yang awalnya hanya nyeri otot, kelelahan, semuanya, terus gejala kanjutannya ya sama dengan virus yang lain,” imbuhnya.

Sementara itu, Dr Fauqa Arinil Aulia SpPK dokter Patologi Klinis menyebutkan, sampai saat ini varian yang diketahui adalah yang strain India, UK, dan Afrika Selatan. Namun virus ini masih bisa dideteksi oleh reagen atau alat PCR yang ada.

“Karena pada dasarnya virus ini tidak stabil, jadi harus ada house atau inang, supaya bisa hidup,”katanya.

Ditambahkan dr Nevy Shinta Damayanti dokter spesialis paru yang bertugas di RSLI, menjelaskan bahwa gejala virus corona mutase baru ini memang mirip seperti virus yang tidak mutasi, gejalanya kelelahan, sakit seluruh badan, dan flu ringan, Sejauh ini kedua pasien ini tidak ada gejala yang signifikan tidak mengalami desaturasi yang membuat kondisi pasien gagal napas dan sebagainya, dan telah dilakukan swab per 5 hari sekali. Kedua pasien sudah dilakukan swab pertama hasilnya negatif, lalu kembali dilakukan swab kedua dan hasilnya negatif.

Dokter Nevy, menegaskan sebanyak apa pun varian Virus Corona yang bermutasi, cara paling ampuh untuk menghindari penularan adalah dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan. Ia lalu mengingatkan masyarakat tentang kasus Covid di luar negeri yang melonjak tajam akibat abai, dan tidak menjaga prokes. (dev/ns)

Sumber Berita : saptanawa.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*